PESAN

 “Saya ingat betul pesan tuan guru saya, beliau berpesan: Kalau kalian mengambil suatu peran di masyarakat karena mempertimbangkan imbalan materi, maka sejak itu kalian bukan murid saya. Kita putus hubungan. Tapi kalau kalian mau berkorban untuk masyarakat, mau berperan semata-mata karena Allah, hubungan kita insyaallah abadi hingga di akherat”


{وَلَا تَشْتَرُوا بِآيَاتِي ثَمَنًا قَلِيلًا وَإِيَّايَ فَاتَّقُونِ} [البقرة: 41]


“Janganlah kamu jual ayat-ayat-Ku dengan harga murah. Dan bertaqwalah hanya kepada-Ku.” (QS. Al-Baqarah, 2: 41).

.

Wois akhirnya dimulai dengan ayat #mendadak_filsafat


Dalam beberapa bagian ayat ayat Tuhan (Tuhan ku) , kadang mempertanyakan apakah makna sebenarnya? 

(yang dapat di baca dngan dirasakan dan disaksikan kadang tidak sinkron) 

Okee lah tidak mempunyai kemampuan untuk menafsirkan apa yang tertulis itu, wong boso ngarab ae ora paham

.

Namun banyak tafsiran dari ahlinya yang dapat digunakan sebagai rujukan, sehingga secara teori dapat mencukupi

.

Tentu saja berbeda antara memahami secara teori, 

(Ngomong ngomong teori, beberapa orang kadang membagi matematika itu menjadi matematika teori dan matematika praktik,

Sesungguhnya tidak demikian, selama masih menjadi kan matematika sebagai subjek maupun obyek bahasan, keduanya tidak berbeda. Dapat ditarik benang merah yang tidak akan pernah terputus, mereka bergerak dari dasar yang sama, deduktif

Namun berbeda jika sudah bernama fisika, teknik, biologi atau sebagai, itu baru berbeda, mereka yang disebutkan terakhir ini bergerak dari arah berlawanan, induktif

.

Eh kok malah jadi nya curhat) 

.

Kembali ke permasalahan yang awal, lihatlah sekeliling, sudah paham kah dengan makna ayat itu? Ini bukan sekadar teori,

Rasakanlah, ini nyata,

Lihatlah, jika tidak buta

Janganlah pernah kamu jual ayat-ayat tuhan mu dengan murah, hanya untuk sesuap nasi, segenggam berlian, istana megah, atau sekadar tahta seorang pembantu raja.

Tulisan kok ngambang? 



Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer